Wajah Kota atau Proyek Asal Jadi? Alun-Alun Tambolaka Senilai Miliaran Rupiah Mulai Rusak dan Menuai Kritik Tajam.

Oleh: Redaksi
Kamis, 16 Jul 2026 | 13:09 WITA 3 menit baca 33 dibaca
Wajah Kota atau Proyek Asal Jadi? Alun-Alun Tambolaka Senilai Miliaran Rupiah Mulai Rusak dan Menuai Kritik Tajam.
Alun - alun Kota Tambolaka Sumber: Nusaaksaranews.com

TAMBOLAKA, nusaaksaranews.com — Alun-Alun Kota Tambolaka, yang digadang-gadang sebagai ikon sekaligus "wajah" Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), kini tengah menuai sorotan sekaligus kritik tajam dari warga setempat. Proyek revitalisasi yang menelan anggaran negara hingga miliaran rupiah tersebut disayangkan karena sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius meski belum genap satu tahun selesai dibangun.

​Berdasarkan pantauan dan investigasi langsung redaksi Nusaaksaranews.com pada hari kamis,16/07/26 di lapangan, terdapat beberapa titik kerusakan yang cukup mencolok dan mengganggu fungsi fasilitas publik tersebut.

​Temuan Investigasi di Lapangan.

​Dugaan rendahnya mutu pengerjaan proyek ini terlihat jelas dari beberapa fasilitas yang mulai kupak-kapik, di antaranya:

1.​Area Jogging Track Bergelombang:

Permukaan tanah dan aspal pada jalur olahraga ini terpantau tidak rata. Di beberapa sudut, rumput liar bahkan mulai tumbuh menembus lapisan aspal.

2.​Pemasangan Paving Blok Amburadul:

Struktur pemasangan paving blok terlihat bergelombang dan tidak presisi, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pejalan kaki yang melintas.

3.​Material Retak dan Pecah:

Ditemukan banyak material paving blok yang sudah retak hingga pecah berkeping-keping, memicu pertanyaan terkait kualitas material yang digunakan pihak kontraktor.

​Masyarakat Pertanyakan Pengawasan Pemerintah.

​Kondisi ini memantik kekecewaan mendalam dari warga Kota Tambolaka. Lambertus Gaina (45), salah seorang warga, menyayangkan anggaran miliaran rupiah yang seolah terbuang sia-sia karena kualitas bangunan yang cepat kedaluwarsa.

​"Alun-alun yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah kini sudah terlihat jelas kerusakannya. Ada beberapa titik yang mengalami kerusakan cukup parah," ketus Lambertus saat ditemui media ini,16/07/26.

​Kritik senada juga dilontarkan oleh Thomas Dowa (50). Ia menilai kerusakan dini ini menjadi indikator buruknya kinerja pihak ketiga selaku pelaksana proyek. Thomas juga mempertanyakan fungsi pengawasan dari dinas teknis terkait selama proses pembangunan berjalan.

​"Kerusakan-kerusakan ini menandakan bahwa kontraktornya tidak becus dalam mengerjakan proyek ini. Bagaimana mungkin proyek yang menelan biaya besar bisa luput dari pengawasan instansi yang berwenang? Apakah saat survei dinyatakan sudah sesuai konstruksi? Lalu bagaimana dengan masa pemeliharaannya, kapan berakhir?" cecar Thomas dengan nada penuh tanya.

​Thomas menambahkan, Alun-Alun Tambolaka seharusnya mendapatkan pengawasan super ketat karena menjadi representasi kabupaten. Jika proyek di pusat kota saja berantakan, ia mengkhawatirkan nasib proyek-proyek lain yang jauh dari jangkauan pengawasan.

​"Jangan sampai ada pandangan keliru bahwa proyek negara harus cepat rusak supaya anggaran baru cair lagi. Cara-cara seperti ini berpotensi mengarah pada tindakan korupsi. Kami meminta Pengawas Pemerintah (Inspektorat) segera turun tangan memeriksa. Jika ditemukan adanya malpraktik atau indikasi korupsi dalam pembangunan alun-alun ini, tim pengawas harus segera melaporkannya ke Tipikor SBD," tegas Thomas.

​Butuh Transparansi dan Tindak Lanjut.

​Hingga berita ini diturunkan, redaksi Nusaaksaranews.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada dinas terkait selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta pihak kontraktor pelaksana guna mendapatkan klarifikasi resmi mengenai status masa pemeliharaan dan tanggung jawab perbaikan kerusakan Alun-Alun Tambolaka tersebut. (Tim Redaksi)

R

Penulis Laporan

Redaksi

Jurnalis NusaAksaraNews yang berfokus pada liputan mendalam nasional.

Lihat Profil

Komentar

0 Tanggapan

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan pada artikel ini.

Komentar
Share WhatsApp