Tebas Mahalnya Harga Pakan dan Babi, Pemkab SBD Rancang Kawasan Peternakan Terintegrasi di Loura.

Oleh: Redaksi
Selasa, 25 Agt 2026 | 03:16 WITA 2 menit baca 34 dibaca
Tebas Mahalnya Harga Pakan dan Babi, Pemkab SBD Rancang Kawasan Peternakan Terintegrasi di Loura.
Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST Sumber: Nusaaksaranews.com

TAMBOLAKA,25/8/26, nusaaksaranews.com — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), mengambil langkah strategis untuk menekan tingginya harga pakan dan ternak babi di wilayahnya. Pemkab SBD kini tengah mengupayakan percepatan pembangunan kawasan peternakan terintegrasi yang dilengkapi dengan pabrik pakan mandiri.

​Tingginya harga pakan di pasaran selama ini dinilai menjadi pemicu utama melonjaknya harga ternak, khususnya babi, sehingga makin sulit dijangkau oleh masyarakat setempat.

​Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, ST, mengungkapkan bahwa rencana investasi peternakan terintegrasi tersebut telah memasuki tahap komunikasi intensif dan survei lokasi.

​"Kami sudah berkomunikasi terkait rencana peternakan terintegrasi ini di Sumba Barat Daya. Lokasi yang direncanakan berada di Kecamatan Loura, tepatnya di sekitar Balai Latihan Kerja (BLK), memanfaatkan lahan milik Pemda," ujar Ratu Ngadu Bonu Wulla saat memberikan keterangan kepada media, Senin (24/8/2026).

​Fasilitas Hulu ke Hilir dan Optimasi Hasil Tani.

​Konsep peternakan terintegrasi ini dirancang tidak hanya sebatas area peternakan, tetapi membangun ekosistem lengkap dari hulu hingga hilir. Rangkaian fasilitas yang akan dibangun meliputi:

1.​Pabrik Pakan Ternak Mandiri: Menyediakan pasokan pakan murah berkualitas.

2.​Peternakan Ayam: Unit budidaya ayam pedaging dan ayam petelur.

3.​Pengolahan & Rantai Dingin: Rumah Potong Hewan (RPH) dan fasilitas cold storage.

​Bupati menegaskan bahwa SBD memiliki keunggulan komparatif berupa pasokan jagung lokal yang melimpah dari hasil pertanian warga. Keberadaan pabrik pakan ini diproyeksikan langsung menyerap hasil panen jagung masyarakat sekaligus memotong rantai distribusi pakan yang mahal.

​"Jagung masyarakat kita di sini sangat banyak. Keberadaan pabrik pakan tentu akan menyerap hasil panen petani lokal dan menekan biaya produksi peternak," tegasnya.

​Target Percepatan Realisasi.

​Meski baru memimpin selama satu setengah tahun, Bupati SBD berkomitmen agar proyek strategis ini tidak tertunda terlalu lama.

​"Kami terus mengomunikasikan agar pembangunannya tidak menunggu sampai tahun ketiga. Target kami, di tahun kedua ini pembangunan pabrik pakan di SBD sudah bisa terealisasi," tambahnya.

​Selain di SBD, potensi penyerapan jagung Sumba diperkirakan makin terbuka lebar seiring adanya informasi rencana pembangunan pabrik pakan pendukung program strategis nasional (seperti tambak udang) di Kabupaten Sumba Timur. Kolaborasi regional ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi peternak di seluruh Pulau Sumba.@

(Red/Yoseph Kalumbang)***

R

Penulis Laporan

Redaksi

Jurnalis NusaAksaraNews yang berfokus pada liputan mendalam nasional.

Lihat Profil

Komentar

0 Tanggapan

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan pada artikel ini.

Komentar
Share WhatsApp