Wewewa Timur,23/8/26 , nusaaksaranews.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Sumba Barat Daya menggelar kegiatan sosialisasi dan dialog bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Mata Weelima, Kecamatan Wewewa Timur, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan kementerian terkait.
Hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Kementerian Pertanian RI Sigit Prihandoko, M.Sc., Ketua DPD TMI Sumba Barat Daya Kristina Bili, Penjabat Desa Mata Weelima, Sekretaris Kecamatan Wewewa Timur, Kepala UPTD Kehutanan, serta jajaran pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Mata Weelima dan Weelima.
Dalam pertemuan tersebut, para petani memaparkan potensi kawasan hutan yang telah mengantongi izin pemanfaatan jangka panjang hingga 35 tahun. Meski telah mengupayakan budidaya komoditas unggulan seperti porang dan jahe, pengembangan usaha tani masih terkendala minimnya pendampingan teknis, sarana produksi, dan akses pasar.
Tantangan Akses Air dan Medan Ekstrem.
Tantangan utama yang dikeluhkan warga adalah tingginya biaya pemenuhan kebutuhan air bersih dan irigasi. Menurut penuturan petani, medan jalan yang sulit dan ekstrem memaksa mereka membeli air tangki kapasitas 6.000 liter seharga Rp600.000. Tingginya biaya operasional ini dinilai memberatkan beban ekonomi rumah tangga dan menekan produktivitas pertanian.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua DPD TMI Sumba Barat Daya, Kristina Bili, menyatakan komitmennya untuk mengawal dan menyalurkan aspirasi warga secara berjenjang ke pihak berwenang.
"Kami melihat langsung semangat kerja para petani. Mereka hanya membutuhkan dukungan dasar agar dapat mengembangkan pertanian dan memenuhi kebutuhan keluarga secara layak," ujar Kristina.
TMI mendorong adanya pendampingan berkelanjutan dari pemerintah desa, pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, hingga sektor kehutanan. Pendampingan tersebut diharapkan mencakup penyediaan infrastruktur air, teknologi pertanian, penguatan kelembagaan, hingga pembukaan akses pasar guna meningkatkan kesejahteraan petani di Sumba Barat Daya.@
( Red/ Yoseph Kalumbang)***