SUMBA BARAT DAYA , nusaaksara.com — Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) menegaskan tidak akan segan-segan menarik kembali bantuan alat mesin pertanian (alsintan) jika dalam pelaksanaannya tidak dimanfaatkan secara optimal atau salah sasaran.
Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Kementan RI, Sigit Prihandoko, M.SC,dalam dialog terbuka bersama kelompok tani (poktan) di Desa Ramadana, Karuni, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Sabtu (20/6/2026).
Kunjungan kerja ini dilakukan Kementan bersama Organisasi Tani Merdeka Indonesia (TMI).
"Kami akan berjuang memfasilitasi kebutuhan traktor roda empat dan cultivator di sini. Namun, kelompok tani harus menyiapkan operator dan menjaga perawatannya secara berkala," tegas Sigit di hadapan para petani.
Ia menambahkan, Kementan bersama DPD TMI akan melakukan pemantauan ketat di lapangan. "Jika bantuan tidak dimanfaatkan secara optimal atau salah sasaran, maka alat tersebut akan kami tarik kembali untuk dialihkan ke wilayah lain," ujarnya.
Selain komitmen bantuan alat, Kementan juga mendorong modernisasi pola tanam lewat edukasi Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya modern, mulai dari sistem drainase, pengairan selang drip, penanganan hama, hingga transisi ke pertanian organik untuk mendongkrak nilai jual komoditas.
Jeritan Petani: Lahan Tidur dan Keterbatasan Alat
Sebelumnya, tokoh masyarakat Desa Ramadana, Yohanes Routa Geli, membeberkan keluhan klasik yang selama ini menyandera produktivitas petani setempat. Keterbatasan alsintan dan akses air bersih membuat banyak lahan potensial telantar menjadi lahan tidur.
Selama ini, petani masih mengandalkan tenaga manual seperti cangkul untuk mengolah tanah. Padahal, waktu efektif pengolahan lahan sudah harus dimulai pada Oktober mendatang.
"Kami sangat membutuhkan bantuan hand tractor dan traktor roda empat (jonder) untuk mempercepat pengolahan tanah. Kami berharap kehadiran Kementan dan TMI bisa mewujudkan kerinduan yang selama ini sulit tembus di Musrenbang," kata Yohanes.
TMI Janji Kawal Ketat Agar Tepat Sasaran.
Merespons komitmen Kementan dan keluhan warga, Ketua DPD TMI Sumba Barat Daya, Kristina Bili, menyatakan siap bertindak sebagai jembatan kemanusiaan sekaligus pengawas di lapangan. Ia memastikan seluruh proses birokrasi pengajuan bantuan akan dikawal ketat hingga alat tiba di lokasi.
"Kami tidak ingin ada bantuan yang mandek atau salah sasaran. Saya meminta para pengurus poktan untuk tetap solid dan bersiap diri. Ketika alat-alat ini tiba, kita harus langsung bergerak cepat menyulap lahan tidur menjadi sumber kesejahteraan keluarga," pungkas Kristina.
Senada dengan itu, Sekretaris DPD TMI SBD, Yohanes Bili Kii, turut mengajak para petani mengubah paradigma lama dan lebih tekun mengelola sektor hortikultura demi mendongkrak ekonomi keluarga.
Pertemuan yang berlangsung interaktif tersebut ditutup pada sore hari dengan kesepakatan bersama untuk mendorong percepatan modernisasi pertanian di Kecamatan Loura.#YK