TAMBOLAKA, 29 Juli 2026, nusaaksaranews.com — Kepolisian Resor (Polres) Sumba Barat Daya (SBD) mengambil tindakan tegas dalam menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat. Dalam kurun waktu satu pekan pada akhir Juli 2026, korps bhayangkara setempat berhasil menyita ribuan liter Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ilegal dari tangan para pengecer tidak resmi di wilayah Kecamatan Kota Tambolaka.
Kapolres SBD melalui Kasat Reskrim Polres SBD, Iptu Yakobus K. Sanam, S.H., menegaskan bahwa rangkaian operasi penertiban ini merupakan komitmen nyata kepolisian dalam mengawal keadilan energi, sekaligus merespons keluhan masyarakat terkait kelangkaan BBM yang memicu antrean panjang di SPBU resmi.
Data Akumulasi Sitaan Operasi
Berdasarkan data konsolidasi Satreskrim Polres SBD, total barang bukti yang berhasil diamankan dari jalur distribusi ilegal mencapai 1.878 Liter Pertalite dan 756 Liter Solar. Keberhasilan ini diperoleh melalui tiga gelombang operasi penertiban:
1. Operasi Gelombang I (Rabu, 22 Juli 2026): Dipimpin oleh KBO Reskrim Aiptu Hendrikus F. Tupa, S.H. Petugas menyisir area Jalur Radamata, Jalan Rangga Roko, Jalan Laramate, hingga jalur Taworara. Dari operasi ini, polisi mengamankan 230,5 liter Pertalite dari 13 pengecer ilegal.
2. Operasi Gelombang II (Jumat, 24 Juli 2026): Dipimpin oleh Kanit Tipidter Reskrim Bripka Marianus Lagho dengan lokus pertigaan jalur 30 dan simpang Laramate. Sebanyak 463 liter Pertalite dan 73 liter Solar disita dari 30 titik pengecer.
Operasi Gelombang III (Selasa, 28 Juli 2026): Menjadi operasi dengan volume sitaan terbesar. Tim gabungan Unit Tipidter bersama Tim Unit Reaksi Cepat (URC) di bawah pimpinan Bripka Marianus Lagho mengamankan 1.184,5 liter Pertalite dan 683 liter Solar dari 9 pengecer besar di sepanjang jalur utama Tambolaka, Jalan Karuni, hingga area depan Pertamina Taworara.
Didukung Pemkab dan Diapresiasi Warga
Seluruh barang bukti tersebut saat ini telah diamankan di Mapolres SBD dengan disertai Surat Tanda Terima (STT) yang sah demi kepentingan penyelidikan dan penegakan hukum lebih lanjut.
Langkah represif yang humanis ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya. Sinergitas yang kuat antara kepolisian dan Bupati SBD beserta instansi terkait menjadi kunci utama operasi ini berjalan objektif dan kondusif tanpa gesekan di lapangan.
Masyarakat lokal mengapresiasi penuh tindakan berkala ini. Warga berharap pembersihan ruang spekulasi dan penimbunan ilegal dapat mengembalikan fungsi subsidi energi tepat sasaran bagi masyarakat kecil, sekaligus menormalkan kembali antrean di SPBU. Pihak Polres SBD memastikan seluruh pemilik barang bukti akan menjalani pemeriksaan administratif sesuai koridor hukum yang berlaku guna memberikan efek jera.(Red/ Yoseph Kalumbang)