DPD Tani Merdeka Indonesia SBD Dorong Normalisasi Bendungan Mata Likku.

Oleh: Redaksi
Jumat, 24 Jul 2026 | 08:34 WITA 2 menit baca 59 dibaca
DPD Tani Merdeka Indonesia SBD Dorong Normalisasi Bendungan Mata Likku.
Kadis PU SBD bersama Jajarannya dan DPD TMI SBD Sumber: Nusaaksaranews.com

TAMBOLAKA, nusaaksaranews.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mendorong pemerintah daerah untuk memberikan perhatian khusus terhadap kondisi Bendungan Mata Likku yang berlokasi di Kecamatan Loura.

​Aspirasi tersebut disampaikan jajaran pengurus DPD TMI SBD saat menggelar kunjungan silaturahmi ke Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sumba Barat Daya pada Jumat (24/7/2026).

​Bendungan Mata Likku merupakan sumber air vital yang menopang ratusan hektar lahan pertanian warga di Kecamatan Loura. Dalam pertemuan bersama Kepala Dinas PU SBD beserta jajaran, TMI menekankan pentingnya langkah konkret—mulai dari perbaikan struktur hingga normalisasi sedimentasi—untuk mengembalikan fungsi optimal bendungan dan jaringan irigasi pendukungnya.

​Ketua DPD TMI SBD, Kristina Bili, menyampaikan bahwa keterbatasan pasokan air akibat pendangkalan dan kerusakan saluran irigasi kerap menjadi kendala utama petani saat memasuki musim tanam, yang berpotensi menurunkan produktivitas panen.

​"Bendungan Mata Likku adalah urat nadi pertanian di Kecamatan Loura. Jika pasokan air lancar dan jaringan irigasinya tertata rapi, petani dapat mengolah lahan secara optimal tanpa khawatir kekurangan air," ujar Kristina Bili.

​Menanggapi hal tersebut, pihak Dinas PU SBD menyambut baik masukan dan data aspirasi yang disampaikan DPD TMI. Pihak dinas menjelaskan bahwa normalisasi secara swadaya sempat dilakukan pada tahun 2020.

​Namun, permasalahan teknis utama terletak pada struktur bendungan yang idealnya perlu dikembalikan ke titik lokasi semula. Dinas PU mengemukakan bahwa kendala utama saat ini berada pada keterbatasan anggaran daerah. Sebagai gambaran, penyusunan tahap perencanaan teknis diperkirakan membutuhkan alokasi dana sekitar Rp500 juta hingga Rp700 juta, belum termasuk kebutuhan anggaran fisik pembangunan bendungan baru.

​Terkait kewenangan dan besarnya kebutuhan anggaran, Dinas PU SBD berrencana melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) serta memasukkan Bendungan Mata Likku ke dalam pemetaan prioritas pembangunan infrastruktur sumber daya air daerah.

​Melalui ruang dialog ini, DPD TMI SBD dan Dinas PU SBD berharap sinergi lintas pihak dapat mempercepat penanganan Bendungan Mata Likku guna mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Sumba Barat Daya.( Red/NAC)***

R

Penulis Laporan

Redaksi

Jurnalis NusaAksaraNews yang berfokus pada liputan mendalam nasional.

Lihat Profil

Komentar

0 Tanggapan

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan pada artikel ini.

Komentar
Share WhatsApp