TAMBOLAKA, 29/07/26, nusaaksaranews.com — Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) kembali mencatatkan tinta emas dalam peta olahraga Nusa Tenggara Timur. Di usianya yang ke-19 tahun, kabupaten yang dikenal kaya akan pesona wisata alam dan baharinya ini menjelma menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan di kancah sepak bola daratan Sumba maupun tingkat provinsi.
Tahun 2026 menjadi momentum krusial setelah duta-duta olahraga SBD sukses melangkah ke ajang Liga 4 Nasional. Capaian ini memicu sorotan publik: bagaimana daerah mekar ini mampu melahirkan talenta-talenta muda berbakat yang konsisten menggebrak panggung sepak bola?
Konsistensi Persada SBD dan Akar Pembinaan Usia Dini.
Nama PERSADA SBD kini kian melambung dan tak asing lagi bagi para pencinta si kulit bundar. Track record konsisten di ajang bergengsi El Tari Memorial Cup (ETMC)—di mana SBD langganan menembus babak semifinal—menjadi bukti sahih bahwa prestasi ini bukanlah kebetulan belaka.
Keberhasilan tersebut berakar dari sistem pembinaan berjenjang yang berjalan sehat:
1.Geliat Sekolah Sepak Bola (SSB):
Program pelatihan yang terstruktur di tingkat basis menjadi kawah candradimuka lahirnya talenta muda.
2.Peran Aktif Askab PSSI SBD:
Sinergi dan fasilitasi kompetisi lokal di tingkat kecamatan yang kini marak digelar menjadi wadah penggodaan mental serta keterampilan bertanding anak-anak muda.
Komitmen Kepemimpinan:
Men Sana in Corpore Sano.
Loncatan prestasi sepak bola SBD tak lepas dari komitmen politik anggaran dan dukungan penuh jajaran pemerintah daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST—bupati perempuan pertama di Pulau Sumba—bersama Wakil Bupati Dominikus A. R. Kaka, olahraga dipandang sebagai instrumen krusial dalam pembangunan karakter SDM.
"Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat (Men sana in corpore sano). Pembangunan SBD tidak hanya soal infrastruktur fisik 'Menata Kota, Membangun Desa', tetapi juga pembinaan mental dan potensi generasi muda."
Bukti nyata komitmen tersebut terlihat dari hidupnya atmosfer kompetisi sepak bola di seluruh wilayah kecamatan se-Kabupaten SBD.
Misi Srikandi dan Ksatria Muda Darah Marapu di Maumere.
Sejarah baru kembali terukir pada Selasa (28/07/2026) sore. Pemerintah Kabupaten SBD secara resmi melepas kontingen sepak bola menuju Kabupaten Maumere, Pulau Flores, untuk melakoni dua ajang bergengsi tingkat Provinsi NTT:
*Liga Pertiwi NTT:
Mengirimkan 22 Srikandi terbaik SBD untuk berlaga di panggung sepak bola wanita.
*Soeratin Cup U-17:
Mengirimkan ksatria muda berbakat untuk menguji ketangguhan di ajang pembinaan usia muda.
Meskipun jajaran pelatih tidak membebani target yang muluk, semangat juang dan gelora "Darah Marapu" di dada para pemain menjadi modal utama untuk mengincar podium tertinggi. Berbekal kedisiplinan, skill individu, dan kolektivitas tim, para Duta Marapu siap memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama Sumba Barat Daya.(Red/ Yoseph Kalumbang)***