TAMBOLAKA, nusaaksaranews.com — Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T., menerima audiensi sekaligus menyambut kepulangan Kontingen Sepak Bola U-17 Soeratin Cup dan Tim Putri Pertiwi Cup SBD di Rumah Jabatan Bupati pada Jumat (21/8/2026). Sambutan resmi ini diberikan atas capaian Tim Putri SBD yang membeberkan sejarah sebagai runner-up (Juara 2) Pertiwi Cup NTT serta keberhasilan Tim U-17 menembus babak perempat final di Maumere.
Dalam arahannya, Bupati Ratu Wulla menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet yang membawa nama harum daerah. Pihaknya menegaskan komitmen Pemkab SBD untuk mengucurkan dukungan anggaran olahraga, bonus beasiswa, hingga hunian layak dan listrik gratis bagi atlet berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Namun, Pemkab SBD juga memberikan catatan evaluasi kritis terkait tata kelola dan efisiensi pengiriman kontingen di masa mendatang.
"Saya tidak mau mengirim kontingen hanya sekadar untuk memenuhi kuota atau menjadi pelengkap. Persiapan harus matang jauh-jauh hari melalui seleksi ketat, bukan persiapan instan satu bulan. Pemda mendukung penuh anggaran, tetapi cabor yang tidak mencetak prestasi tidak akan dikirim lagi," tegas Bupati Ratu Wulla.
Pihaknya juga meminta Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI SBD untuk memfokuskan program rutin pada peningkatan disiplin atlet serta pelatihan lisensi bagi wasit dan pelatih lokal.
Tanggapan ASKAB dan Pemain Menuju PON.
Merespon arahan tersebut, jajaran ASKAB PSSI SBD menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kritik membangun dari Pemkab SBD. Pihak ASKAB menjelaskan bahwa peningkatan kualitas perangkat pertandingan seperti lisensi pelatih dan wasit level C1 Nasional hingga Level B merupakan agenda prioritas, namun pelaksanaannya bergantung pada alokasi dana pembinaan yang dikelola melalui KONI dan Dispora SBD.
Dukungan senada disampaikan Ketua Dekranasda SBD (Bupati Periode 2014–2019), Markus Dairo Talu. Pihaknya memberikan ucapan selamat secara khusus kepada empat atlet putri PERSADA SBD—Aurel, Aswita, Gisa, dan Irma—yang terpilih mewakili Provinsi NTT pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
"Ini pencapaian membanggakan karena tim putri baru pertama ikut dan langsung mengukir sejarah. Tetap jaga fisik dan tingkatkan disiplin latihan," tutur Markus.
Apresiasi Swadaya Masyarakat.
Di sisi lain, perjuangan para atlet di Maumere menyimpan cerita keberdikarian masyarakat. Nikson Bulu (35), pengamat dan pecinta sepak bola lokal, mengungkapkan bahwa pemberangkatan kedua tim sebagian besar bertumpu pada dana swadaya. Tim Soeratin U-17 didukung oleh kontribusi sekolah dan orang tua murid, sedangkan Tim Putri disokong dana pribadi pengurus dan keluarga pemain.
Meskipun bertanding dalam keterbatasan fasilitas dan anggaran, semangat juang para atlet, jajaran pelatih, serta pengorbanan orang tua berhasil membuktikan bahwa potensi sepak bola SBD mampu bersaing di tingkat provinsi.@( Red/NAC)***