Lima Jurnalis dan Tiga Pendamping Kapal Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau.

Oleh: Redaksi
Rabu, 09 Sep 2026 | 03:54 WITA 3 menit baca 184 dibaca
Lima Jurnalis dan Tiga Pendamping Kapal Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau.
Lima Jurnalis dan Tiga Pendamping Kapal Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau. Sumber: Istimewa

PANDEGLANG, BANTEN, 09/09/26, — , nusaaksaranews.com — Sebuah speedboat yang membawa delapan orang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, saat rombongan melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Informasi mengenai hilang kontak tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.55 WIB dari Bayu, jurnalis ANTARA Banten.

Berdasarkan laporan awal yang diterima Basarnas Banten, speedboat tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB dengan membawa rombongan yang hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi dengan rombongan diketahui masih berlangsung hingga sekitar pukul 14.42 WIB. Salah seorang anggota rombongan juga sempat membagikan lokasi melalui fitur share location, yang kemudian menjadi salah satu informasi awal mengenai posisi mereka.

Namun, sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan dilaporkan terputus.

Hingga informasi awal diterima Basarnas, keberadaan speedboat beserta delapan orang di dalamnya belum diketahui. Seluruhnya kemudian masuk dalam status pencarian atau dalam pencarian (DP).

Delapan Orang Masuk Daftar Pencarian

Dalam laporan awal Basarnas Banten, delapan orang yang berada di dalam speedboat tersebut tercatat terdiri dari jurnalis/freelance serta awak dan pendamping kapal.

Mereka adalah:

M. Bagus Khoirunnas — Jurnalis ANTARA;

Ari Basuki — Jurnalis Merdeka;

Yudhis — Jurnalis iNews;

Daus — Jurnalis Anadolu;

Donal — Freelance;

Warta — Kapten kapal;

Surakman — ABK;

Heriyanto — Guide.

Berdasarkan laporan awal tersebut, kedelapan orang tersebut masih berstatus dalam pencarian.

Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi terverifikasi mengenai keberadaan rombongan maupun laporan resmi mengenai korban meninggal dunia.

Tim SAR Lakukan Pencarian

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Pandeglang melakukan pengecekan ke Dermaga Pagedongan, Carita.

Dari hasil pengecekan awal, tim memperoleh informasi bahwa speedboat milik warga Carita tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB dan hingga Selasa belum kembali.

Pemilik kapal juga disebut belum memperoleh informasi mengenai keberadaan kapal beserta awak dan penumpangnya.

Tim Rescue selanjutnya bergerak menuju wilayah yang diperkirakan menjadi lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian.

Lokasi kejadian dalam laporan awal diperkirakan berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, pada koordinat 6°14'40.52"S 105°40'49.48"E.

Dari RIB 02 Banten, jarak menuju lokasi tersebut diperkirakan sekitar 9,98 nautical mile, dengan waktu tempuh kurang lebih 40 menit.

Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Unit Siaga SAR Pandeglang, personel Polairud Pandeglang, serta pemilik kapal.

Sejumlah peralatan SAR dikerahkan, antara lain kendaraan penyelamat, peralatan SAR air, RIB 02 Banten, peralatan medis, perangkat komunikasi, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Cuaca dan Kondisi Perairan

Berdasarkan informasi awal yang diterima Basarnas, kondisi cuaca di wilayah pencarian dilaporkan cerah berawan.

Angin bertiup dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sekitar 16,7 knot, sedangkan ketinggian gelombang diperkirakan berkisar antara 0,4 hingga 1 meter.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang terus dipantau dalam pelaksanaan operasi pencarian.

Penyebab Hilang Kontak Belum Diketahui

Hingga laporan ini diterbitkan, penyebab terputusnya komunikasi dengan rombongan belum diketahui.

Belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa speedboat mengalami kecelakaan, tenggelam, atau para penumpangnya menjadi korban.

Karena itu, informasi mengenai kondisi kedelapan orang tersebut masih menunggu hasil operasi pencarian dan keterangan resmi dari Basarnas serta instansi terkait.

Basarnas bersama unsur SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian untuk menemukan speedboat beserta seluruh orang yang berada di dalamnya.

Masyarakat juga diimbau tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai kondisi atau keselamatan para jurnalis, awak kapal, dan pendamping yang masih dalam pencarian.

Perkembangan mengenai operasi pencarian diharapkan disampaikan berdasarkan informasi resmi dari Basarnas atau pihak berwenang untuk mencegah munculnya informasi keliru di tengah masyarakat.@

(Red/Yoseph Kalumbang)***

R

Penulis Laporan

Redaksi

Jurnalis NusaAksaraNews yang berfokus pada liputan mendalam nasional.

Lihat Profil

Komentar

1 Tanggapan
B
Beni Alam Perwira Negara
2 minggu yang lalu

Semoga Proses Pencarian Dilancarkan Dan Dimudahkan Kita Menunggu Keterangan Resmi Dari Pihak Pemerintah Untuk Info Hasil Dari Pencarian

Komentar
Share WhatsApp