SUMBA BARAT DAYA , nusaaksaranews.com — Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), bersiap membidik panggung olahraga nasional dan internasional. Langkah strategis ini ditandai dengan kunjungan kerja resmi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, ke wilayah yang dikenal dengan julukan "Negeri Seribu Bukit" tersebut.
Kehadiran jenderal purnawirawan bintang tiga tersebut memenuhi undangan khusus dari tokoh masyarakat sekaligus praktisi hukum asal Sumba, Rudi Kabunang, S.H., M.H. Kunjungan difokuskan di dua wilayah utama, yakni Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dan Kabupaten Sumba Barat, guna meninjau langsung potensi olahraga berkuda yang telah lama menjadi ikon kebudayaan masyarakat Sumba.
Dorong Standardisasi Lapangan Oba Calo.
Mengawali agenda di Sumba Barat Daya, Marciano Norman didampingi oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi), Triwatty Marciano, serta Gubernur NTT, Melkianus Laka Lena, dan sang pengundang, Rudi Kabunang. Turut serta dalam rombongan, Wakil Bupati SBD Angga Kaka, bersama jajaran pengurus Pordasi setempat.
Rombongan meninjau langsung Lapangan Pacuan Kuda Oba Calo, sebuah arena yang kerap menjadi saksi bisu ketangguhan kuda-kuda sandelwood khas Sumba. Di lokasi ini, Marciano melihat langsung tingginya antusiasme masyarakat setempat serta mengevaluasi kelayakan sarana dan prasarana yang ada.
"Potensi alam dan kedekatan budaya masyarakat Sumba dengan kuda adalah modal yang luar biasa. Jika ini dikelola dengan manajemen olahraga yang modern dan profesional, Sumba tidak hanya melahirkan atlet berkuda nasional, tetapi juga menjadi magnet sport tourism berkelas dunia," ungkap Marciano Norman di sela-sela peninjauan.
Suntikan Motivasi di Waikabubak.
Tak sekadar memantau fasilitas, Marciano Norman beserta rombongan melanjutkan perjalanan darat menuju Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat. Kehadiran orang nomor satu di KONI Pusat ini dijadwalkan untuk menutup secara resmi turnamen pacuan kuda bergengsi yang tengah berlangsung di wilayah tersebut.
Kehadiran jajaran petinggi olahraga nasional ini menjadi suntikan motivasi yang luar biasa bagi para joki lokal—yang mayoritas masih berusia muda—serta para pemilik kuda pacu tradisional Sumba. Langkah ini juga menjadi momentum konsolidasi erat antara KONI Pusat, pemerintah daerah, dan pengurus olahraga setempat demi mempercepat peningkatan prestasi atlet daerah di kancah nasional.
Apresiasi Tokoh Masyarakat Sumba.
Rudi Kabunang selaku penggagas kunjungan ini menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepekaan dan kepedulian KONI Pusat terhadap potensi olahraga di daerah terluar.
“Kehadiran Bapak Marciano Norman dan Ibu Triwatty adalah kehormatan besar bagi kami. Ini membuktikan adanya komitmen nyata dari pusat untuk menyentuh olahraga berbasis kearifan lokal. Pacuan kuda Sumba bukan sekadar permainan, ini adalah urat nadi budaya kami yang kini siap melompat ke level prestasi nasional,” ujar Rudi Kabunang optimis.
Kunjungan kerja strategis ini diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya sinergi baru antara KONI Pusat, pemerintah provinsi NTT, pemerintah kabupaten, serta tokoh masyarakat guna merancang peta jalan (roadmap) pembinaan olahraga berkuda yang berkelanjutan di Pulau Sumba.(red/YK)