DPD Tani Merdeka Indonesia SBD Dampingi Pemetaan Potensi Kemiri, Jajaki Akses Pasar Petani.

Oleh: Redaksi
Sabtu, 29 Agt 2026 | 02:44 WITA 3 menit baca 64 dibaca
DPD Tani Merdeka Indonesia SBD Dampingi Pemetaan Potensi Kemiri, Jajaki Akses Pasar Petani.
DPD Tani Merdeka Indonesia SBD Dampingi Pemetaan Potensi Kemiri, Jajaki Akses Pasar Petani. Sumber: Nusaaksaranews.com

SUMBA BARAT DAYA, 29 Agustus 2026 , nusaaksaranews.com — DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sumba Barat Daya mendampingi kunjungan tim PT Indofood ke Desa Mata Weelima, Jumat (28/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memetakan potensi dan hasil tanaman kemiri yang dikembangkan masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari inisiatif dan koordinasi DPD Tani Merdeka Indonesia Sumba Barat Daya dalam menjajaki peluang kerja sama serta membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi komoditas kemiri yang dihasilkan petani.

Dalam kunjungan tersebut, tim PT Indofood dipimpin Nanda, Direktur Divisi Rempah-Rempah, didampingi dua anggota tim, Rizal dan Pascalis. Tim melihat secara langsung kondisi tanaman, potensi produksi, serta kualitas kemiri yang dihasilkan petani di Desa Mata Weelima.

Pemetaan dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai potensi, ketersediaan, kualitas, dan peluang pengembangan komoditas kemiri. Hasil pemetaan diharapkan dapat menjadi bahan dalam pembahasan lebih lanjut terkait peluang kerja sama dan pemasaran.

Kegiatan tersebut melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) Harapan Poja, Kelompok Tani Mawar, sejumlah kelompok tani lainnya, serta tokoh masyarakat Desa Mata Weelima.

Turut hadir Tenaga Ahli dari Kementerian Pertanian, Sigit Prihandoko, M.Sc., yang menjalankan tugas pendampingan Petani selama tiga tahun di Kabupaten Sumba Barat Daya.Direktur PT SAS Agro Wisata, Anto, Adrianus Woda dari UPTD KPH selaku pendamping KTH, Martinus Umbu W. selaku Ketua Gapoktan KTH Harapan Poja, Urbanus Umbu Pati selaku Ketua Gapoktan Mawar, serta perwakilan petani dan masyarakat Desa Mata Weelima.

Mewakili Nanda, Rizal, salah seorang anggota tim PT Indofood, menyampaikan bahwa kegiatan pemetaan tersebut merupakan langkah awal dalam penjajakan kerja sama.

Menurut Rizal, proses tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap pendataan, tetapi dapat dilanjutkan dengan pembahasan mengenai peluang penyerapan hasil panen dan pengembangan pasar, sesuai mekanisme serta kesepakatan para pihak.

Selama ini, akses pasar dan kepastian harga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi sebagian petani dalam memasarkan hasil pertanian. Sebagian petani masih mengandalkan jalur pemasaran melalui perantara untuk menjual hasil produksi mereka.

Melalui kegiatan pemetaan dan penjajakan kerja sama tersebut, DPD Tani Merdeka Indonesia Sumba Barat Daya berharap potensi produksi petani dapat dipertemukan dengan peluang pasar yang lebih luas.

Namun, hingga kegiatan berlangsung, belum terdapat kepastian mengenai mekanisme pembelian, harga, volume penyerapan maupun bentuk kerja sama. Seluruh hal tersebut masih berada dalam tahap pembahasan dan penjajakan antara pihak-pihak terkait.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sumba Barat Daya, Kristina Bili, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi dalam mendorong pengembangan potensi pertanian sekaligus memperluas peluang pemasaran bagi petani.

“Mari bergerak maju. Mari mulai membuka diri terhadap peluang dan membangun kerja sama. Perubahan tidak akan datang dengan sendirinya, tetapi harus dimulai dari langkah nyata hari ini,” ujar Kristina.

Ia berharap penjajakan tersebut dapat berkembang menjadi peluang yang memberikan nilai tambah bagi komoditas kemiri serta memberikan manfaat bagi petani di Sumba Barat Daya.

Kegiatan pemetaan tersebut menjadi langkah awal untuk melihat secara lebih konkret potensi kemiri yang tersedia di tingkat petani, sebelum memasuki tahapan pembahasan kerja sama dan pemasaran lebih lanjut.@ ( Red/Yoseph Kalumbang)***

R

Penulis Laporan

Redaksi

Jurnalis NusaAksaraNews yang berfokus pada liputan mendalam nasional.

Lihat Profil

Komentar

0 Tanggapan

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan pada artikel ini.

Komentar
Share WhatsApp