Rencana Peternakan Terintegrasi: Mengevaluasi Program Lama dan Menyiapkan Pengelola yang Handal.

Oleh: Redaksi
Jumat, 04 Sep 2026 | 05:56 WITA 3 menit baca 55 dibaca
Rencana Peternakan Terintegrasi: Mengevaluasi Program Lama dan Menyiapkan Pengelola yang Handal.
Drs. Fredy Malo. Sumber: Nusaaksaranews.com

TAMBOLAKA,04/9/26,, nusaaksaranews.com — Bupati Sumba Barat Daya mengungkapkan rencana pembangunan peternakan terintegrasi di Kecamatan Loura, termasuk pabrik pakan ternak.

Fasilitas yang direncanakan meliputi peternakan ayam pedaging, ayam petelur, pabrik pakan, cold storage, hingga rumah potong hewan.

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya berharap pabrik pakan dapat memanfaatkan jagung lokal yang melimpah. Dengan demikian, hasil pertanian masyarakat terserap, harga pakan turun, dan biaya produksi peternakan menjadi lebih ringan.

Langkah ini juga diharapkan menstabilkan harga ternak, khususnya babi, agar lebih terjangkau bagi masyarakat. (Sumber: Akun Facebook Julius Pira, Tote Kalumbang, dan 19 lainnya, 27 Agustus 2026)

Tulisan ini sebenarnya sudah terbit beberapa hari lalu. Namun karena kesibukan, baru dapat dipublikasikan sekarang. Tulisan ini bertujuan mendukung program peternakan terintegrasi demi kesejahteraan masyarakat Sumba Barat Daya, sebagaimana cita-cita bangsa yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

Kita semua sepakat, setiap rencana pembangunan wajib dipastikan tidak mubazir. Anggaran rakyat harus digunakan semaksimal mungkin agar berdaya guna dan berhasil guna untuk kepentingan umum.

Evaluasi Program Sebelumnya

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya telah melaksanakan banyak program. Ada yang berhasil, tetapi tidak sedikit pula yang gagal.

Hasil survei sederhana menunjukkan banyak program menelan anggaran miliaran rupiah, tetapi berakhir tanpa hasil.

Beberapa contoh program yang gagal antara lain: BUMN Lawadi, Tambolaka Culinary Center, peternakan kerbau Lete Konda, Balai Latihan Kerja Dore, pembibitan babi di Oba Calo yang dimulai tahun 2012 dan gagal total setelah wabah ASF, serta dermaga kapal feri di Wee Kello yang kini terbengkalai.

Masih banyak program lain dengan nasib serupa. Agar hal ini tidak terulang, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh untuk menemukan akar penyebab kegagalan.

Rekomendasi: Pendidikan dan Pengelolaan

Pemerintah Daerah dan masyarakat Sumba Barat Daya tentu tidak ingin mengulang kegagalan. Ibarat pelanduk yang tidak akan terantuk pada batu yang sama, kita harus belajar dari pengalaman.

Sebelum program ini dijalankan, saya menawarkan beberapa rekomendasi sebagai masukan:

1. Pendidikan Moral dan Integritas. Berikan pelatihan bagi calon pengelola selama 1-2 tahun agar memiliki integritas, kejujuran, dan tanggung jawab tinggi.

2. Pendidikan Kewirausahaan. Bekali pengelola dengan jiwa entrepreneur agar mampu berpikir bisnis, inovatif, dan berorientasi hasil.

3. Pendidikan Manajemen Usaha. Latih pengelola dalam perencanaan, keuangan, dan operasional agar perusahaan berjalan profesional.

4. Pembentukan Mental Unggul. Bangun mental pekerja yang pantang menyerah, berjiwa besar menghadapi tantangan, dan kompetitif dalam persaingan usaha.

Sambil menunggu empat poin di atas dijalankan, pemerintah dapat membantu peternak dengan subsidi pakan berkualitas. Misalnya pakan merek Malindo dan Pokphand yang sudah dikenal di Sumba Barat Daya.

Harga pakan ayam saat ini di atas Rp500.000 per karung. Pemerintah dapat memberikan subsidi Rp100.000 per karung.

Untuk pakan babi yang harganya di atas Rp600.000 per karung, subsidi bisa sebesar Rp200.000 per karung.

Dengan langkah ini, program tidak hanya menjadi wacana, tetapi bukti nyata keseriusan pemerintah menyejahterakan rakyat melalui tenaga pengelola yang kompeten dan evaluasi program yang jujur.

Pilihan Alternatif

Pilihan terbaik adalah memberi ruang bagi swasta murni untuk mengelola peternakan terintegrasi ini, sementara pemerintah fokus pada subsidi harga. Pengelola swasta yang profesional cenderung lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan model ini, program berpotensi bertahan hingga satu generasi atau 50 tahun. Berbeda dengan pengelolaan oleh pemerintah yang rekam jejaknya lebih banyak mengalami kegagalan.

Semoga rencana ini benar-benar terlaksana demi kesejahteraan rakyat.

Salam SBD hebat. SBD Memang beda. Tuhan memberkati.@

Oleh : Fredy Malo.

R

Penulis Laporan

Redaksi

Jurnalis NusaAksaraNews yang berfokus pada liputan mendalam nasional.

Lihat Profil

Komentar

0 Tanggapan

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan pada artikel ini.

Komentar
Share WhatsApp